Senin, 30 Desember 2013

Kuatkanlah hatimu, janganla takut ! Allah sendiri datang menyelamatkan kamu ( Yesaya 35 : 1-10)

Bangsa Israel yang terancam oleh bangsa-bangsa disekitarnya terutama Asyur yang pada saat itu mau memperluas daerah kekuasaannya. Dalam situasi ketakutan ini bangsa Israel mengharapkan jalan keluar yaitu mengandalkan Mesir bukan Tuhan. Jesaya pasal 35:1-10 secara jelas menggambarkan situasi bangsa ini :

seperti gurun, padang kering, tangan yang lemah lesu, lutut yang goyah. digambarkan keadaan yang "tawar hati" patah semangat alias setengah pingsan. Dalam keadaan yang demikianlah Yesaya memberikan kabar sukacita tentang pengharapan akan datangnya penolong yaitu : Allahmu akan datang dengan pembalasan.. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu ! (Yesaya 35 :4 )

Dengan demikian bangsa Israel diberi pemahaman keselamatan dan kebahagiaannya tidak didapat dengan usaha sendiri atau pertolongan bangsa Mesir tetapi Allahlah yang menyelamatkan. Allah menyelamatkan menyatakan sesuatu perubahan nyata antara lain : Ada kesembuhan : Orang buta dicelikkan, orang bisu bersorak-sorai, orang lumpuh melompat seperti rusa. Demikian dengan Alam yang indah : Gersang menjadi berumput hijau, kering menjadi kolam-ada air, ditempat serigala berbaring (tempat ketakutan) tumbuh tebu dan pandan (jadi lahan pertanian). Orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke sion (ibukota Yerusalem) : Kegirangan dan sukacita memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh. Ini kabar sukacita tentang pembebasan dan keselamatan.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, dalam hidup ini memang banyak kesusahan yang terjadi. Kesusahan terjadi bisa dikarenakan :
1. Kemalasan - Kebodohan / keterbelakangan, lingkungan alam misalnya : tandus atau terjadi bencana alam, gempa, banjir, tsunami, gunung meletus, angin topan, dsb.
2. Keserakahan karena tidak mampu menahan keinginan atas nikmat duniawi misalnya melakukan korupsi supaya cepat kaya, sehingga menyebabkan dirinya ditangkap dan masuk penjara.
3. Dan ada juga karena rencana Tuhan untuk kebaikan, misalnya seperti nabi Yunus, Ayub karena iman kepada Tuhan Yesus  seperti Yohanes dipenjarakan karena memberitakan pekerjaan Yesus.

Dalam kesusahan setiap orang membutuhkan jalan keluar (solusi). Disinilah kita harus bersikap bijaksana, kemanakah kita pergi minta tolong ?. Yang pasti, Pertolongan hanya ada pada Yesus yang mampu menyelamatkan dan memberikan sukacita sesungguhnya. Mari andalkan Tuhan dalam pergumulan dan kesusahan bukan mengandalkan diri sendiri, teman, keluarga, harta dan pangkat.

Nah, disinilah kita harus tetap memercayai janji Allah bagi kita, sebab Dia sudah memilij kita dalam diri Yesus Kristus. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendiri, sebab Dia mengerti dan peduli akan keadaan kita. Kita harus tetap memiliki harapan bahwa Tuhan Yesus pasti menyelamatkan, mengubah dan membaharui dunia dimana kita saat ini berada, dan karenanya kita harus tetap setia melakukan firman Tuhan. Kita juga harus bisa menjadi agen perubahan dan pelaku pembaharuan bagi manusia, alam dan lingkungan dimana kita berada. Yang jelas, Dia akan datang untuk memberi kelegaan bagi kita seperti yang dikatakan-Nya : "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Matius 11:28). Amin.

Pdt.SAB.Silalahi, S.Th