Sabtu, 04 Januari 2014

Tertidur didalam Gereja

Tertidur Didalam Gereja

Ada seorang pendeta yang dipercayakan Tuhan untuk memegang sebuah sidang jemaat di sebuah kota.


Setiap ada jam ibadah, pendeta ini selalu melihat seorang bapak yang tidur di saat Firman Tuhan disampaikan.



Lalu pendeta ini berdoa dan minta hikmat dari Allah agar orang ini sadar dengan apa yang dilakukannya. Ahirnya pendeta ini mendapat satu cara. Kemudian, dia mencoba sebuah cara ketika ia kothbah di hari minggu berikutnya.



Pendeta: "Saudara-saudara saya punya satu ilustrasi yang menggambarkan kehidupan manusia yang tidak percaya...."



Bapak : (tertidur)



Pendeta: (meneruskan khotbahnya) "Seorang pemuda yang semasa hidupnya tidak pernah mau bertobat apalagi percaya pada Tuhan..."



Bapak : (mulai miring kiri-kanan)



Pendeta: "Saat dia meninggal, dia dihadapkan pada pengadilan Tuhan dan dia akan dilemparkan ke dalam api (neraka)....!!!!"



Bapak : "Zzzzzzzzzzzzzz..."



Pendeta: "Saat ini kita dihadapkan pada pilihan yang hanya kita sendiri yang bisa menentukannya. Untuk itu saya mau tanya, siapa di antara saudara yang mau masuk surga saya minta untuk berdiri...."



Jemaat : (berdiri dengan serentak)



Pendeta: "Silakan duduk. ...Dan siapa yang mau masuk neraka silakan....."



Sementara suasana hening sejenak....Tiba-tiba, seluruh jemaat terperangah mendengar sebuah teriakan dari arah mimbar....



"BERDIRIIIII......!!!!!"



Dan dengan spontan, bapak itu berdiri dengan wajah pucat dan mata yang tidak bisa terbuka lebar...



Hehehe, semoga anda terhibur J

GBU



Read more »

Dihina Tapi Dimuliakan Kristus

DIHINA TAPI DIMULIAKAN KRISTUS
Dr. Torrey berkata, “Kegagalan untuk memiliki iman di dalam Yesus Kristus bukanlah kemalangan, tetapi adalah dosa. Dosa yang sangat menyedihkan, mengerikan, layak dihukum”. Nabi Yesaya menggambarkan dosa menghina dan menolak Kristus, kebobrokan batiniah yang menyebabkan kita menutup muka dari Kristus. Bukti terbesar bahwa kita adalah manusia yang rusak total (total depravity) yaitu, ketika kita berpikir sangat sedikit tentang Yesus Kristus itu sendiri. Bukti terbesar bahwa kita layak menerima penghukuman kekal di dalam lautan api adalah karena kita dengan sengaja dan terbiasa menutup muka kita dari Dia.
Dalam kondisi yang belum terbangun kita menghina Yesus Kristus itu sendiri. Dalam keadaan kerusakan total kita, kita tidak mengakui Yesus Kristus itu sendiri. Kecuali hati nurani kita ditusuk, kecuali kita merasakan ancaman mengerikan karena dosa dosa kita, dan penghukuman kekal yang mengerikan, kita akan terus menerus menghina dan menolak Yesus Kristus itu sendiri.
Di dalam gereja gereja kita, dapatkah kita melihat itu secara terus menerus. Ketika mereka mendengarkan pengakuan kita di ruang pemeriksaan (inquiry room) setelah pemberitaan Firman Tuhan selesai, kami mendengarkan – kita menjelaskan berbagai hal. Kita berbicara tentang ayat Alkitab. Kita berbicara tentang “menyadari” hal ini atau hal itu. Kita menjelaskan kepada mereka tentang apa yang kita rasakan dan apa yang telah kita lakukan. Kita akhirnya berkata “Kemudian saya datang kepada Yesus”. Setelah itu mereka meminta kita untuk menjelaskan Yesus, pinta mereka. Kita tidak memiliki sesuatu pun untuk dikatakan tentang Yesus Kristus itu sendiri.
Ada kecenderungan jahat di antara orang-orang yang meninggalkan Kristus itu sendiri diluar dari Injil. Mengetahui rencana keselamatan tidak dapat menyelamatkan kita! Mempelajari banyak tentang Alkitab tidak dapat menyelamatkan kita! Mendengarka banyak Khotbah tidak dapat menyelamatkan kita! Bahkan merasakan kesedian yang mendalam karena dosa dosa kita tidak dapat menyelamatkan kita! Tidak ada apapun yang dapat menolong kita kecuali berhenti menghina dan menolak Dia – kecuali kita berhenti menutup muka dari Dia – kecuali kita ditarik kepada Yesus Kristus itu sendiri!

Renungan:
Ya Tuhan, aku akan berhenti dan merenungkan betapa karena perilaku kamilah yang membuat engkau terhina, kami permalukan, kami sakiti jiwaMu, bahkan menyalibkanMu.
Ayat Alkitab:

“Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan”

Read more »

Jumat, 03 Januari 2014

Sepuluh Ribu atau Duapuluh Ribu

                                 Sepuluh ribu atau dua puluh ribu 
Rumah Ucok dipenuhi oleh kerabatnya yang datang untuk makan malam merayakan Natal. Kakek memanggil Ucok yang berusia enam tahun dan mulai bertanya tentang sekolah, cewek, dan apa pun yang terpikir olehnya. Setelah beberapa saat, si kakek melihat bahwa Ucok sudah mulai bosan. Jadi, ia mengeluarkan dua lembar uang kertas untuk membuat Ucok tertarik lembaran sepuluh ribuan dan dua puluh ribuan. Ia menunjukkan dua lembar uang itu dan menyuruh Ucok memilih salah satunya. Ucok pun memilih yang sepuluh ribu. 

Si kakek agak terkejut dan kecewa dengan keputusan Ucok tersebut. Ia kemudian mengeluarkan uang sepuluh ribuan lagi dan menyuruh Ucok untuk memilih lagi. dan Ucok pun kembali memilih yang sepuluh ribu. Si kakek sekali lagi terkejut dan kecewa. 

Ia membawa Ucok kepada salah satu pamannya dan menunjukkan betapa bodohnya Ucok memilih sepuluh ribu daripada dua puluh ribu. Demikian terus dilakukan si kakek. Ia menunjukkan kebodohan Ucok itu kepada sejumlah kerabat. Jika ditotal, si kakek telah menyuruh Ucok untuk memilih sepuluh ribu atau dua puluh ribu itu sebanyak lima belas kali. 

Beberapa jam kemudian, setelah seluruh kerabat pulang, sang ayah yang mengetahui kebodohan Ucok itu menghampiri Tomi dan menanyakan mengapa ia memilih sepuluh ribu daripada dua puluhribu. 

Dengan tersenyum lebar, Ucok menjawab, "Jika aku memilih dua puluh ribu dari sejak awal, aku tidak akan mendapatkan 150 ribu!"

Hehehe, semoga anda terhibur. GBU J

Read more »

Hendaklah Rajin Bekerja

HENDAKLAH RAJIN BEKERJA
Kitab Hagai berisi peringatan yang disampaikan secara umum kepada seluruh rakyat Israel yang kembali dari pembuangan. Selama bertahun tahun mereka kembali dari pembuangan dan sampai pada saat peringatan ini diberikan mereka ternyata tidak memperhatikan Bait Suci, Bait Suci tetap dalam bentuk reruntuhan akibat invasi Negara asing ke Israel. Rakyat Israel sibuk mengurus diri dan keluarga masing masing dan tidak ada semangat untuk membangun kembali Bait Allah yang rusak. Keadaan inilah yang membuat mereka satu bangsa berada dalam keadaan miskin, panen mereka gagal dan mereka mengalami penderitaan yang besar. Dalam keadaan demikian Allah melalui Nabi Hagai mengingatkan mereka akan kesalahan mereka, yaitu bahwa selama itu mereka telah mendahulukan kepentingan mereka dibanding mengutamakan Tuhan (Hagai 1:3-11).
Pada zaman Hagai, pembangunan Bait Suci lebih mengarah kepada Bait Suci secara fisik, namun saat ini, peringatan ini datang kepada kita agar kita lebih lagi memperhatikan bangunan Bait Suci secara Rohani. Secara fisik, bangunan kita sudah bagus, namun apakah bangunan rohani kita sudah berdiri dengan megah? Ataukah masih ada reruntuhan disana sini yang belu dibereskan? Allah menginginkan keindahan Bait Suci kita secara Rohani (Pribadi dan Pelayanan). Allah ingin kita lebih lagi bangkit dan bekerja untuk memperindah bangunan rohani kita sehingga Tuhan berkenan hadir dalam bangunan itu dan memberikan berkat-berkat-Nya.
Ketika kita mempunyai suatu rencana untuk melakukan sesuatu, tentu saja kita tidak bias mengerjakannya tanpa ada komitmen untuk melakukannya sesuai aturan yang ada. Tuhan berkata kepada bangsa Israel : kuatkanlah hatimu…. Dari kata kata ini terlihat satu ajakan Tuhan kepada Israel untuk memiliki ketetapan hati (komitmen) dalam membangun kembali Bait Suci. Tuhan menginginkan mereka memiliki semangat kembali.
Demikian pula dalam pelayanan kita. Agar kita bisa memiliki bangunan rohani yang megah, maka pertama-tama harus ada ketetapan hati/komitmen. Komitmen merupakan semacam ikatan yang akan menolong kita untuk terus berjalan dala rencana dan pekerjaan kita sesuai dengan aturan yang ada.
Renungan:
Renungan ini mengingatkan bahwa Tuhan kembali memberkati kita seperti Allah memberkati bangsa Israel sepulangnya dari pembuangan.

Ayat Alkitab
“Kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah Firman Tuhan; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah Firman Tuhan semesta alam”



Read more »

Kamis, 02 Januari 2014

Setialah dalam Pengharapan

SETIALAH DALAM PENGHARAPAN
            Kita bisa memiliki pegharapan kepada Allah di dalam penderitaan, karena ada dua alasan yang dipaparkan Rasul Paulus, yaitu; Pertama, Penganiayaan, fitnahan, kesengsaraan, dan segala bentuknya bukan wujud kebencian Allah atau kutukan Allah. Segala bentuk penderitaan justru membuktikan Allah itu mengasihi umat-Nya sehingga Ia ingin mendewasakan imannya. Jemaat mula mula adalah saksi matanya. Mereka sungguh sungguh beriman di dalam Kristus, sehingga karena pengharapan, mereka harus menderita menjadi santapan bagi singa yang lapar, dibakar hidup hidup. Bapa bapa gereja yang agung juga mengalami hal yang sama. Dr. Martin Luther, seorang reformator gereja juga mengalami penderitaan yaitu dibuang dari gereja karena dianggap membangkang, padahal ia ingin menegakkan iman Kristen sejati di atas dasar Alkitab, Bahkan kaum Puritan (Calvinis) harus mengungsi ke Negara lain karena mereka dikucilkan dan dibuang.
            Kedua,  selain kasih dan pemeliharaan Allah, kita dapat sanggup menghadapi berbagai penderitaan, karena ada penghiburan dan pimpinan Roh Kudus. Roh Kudus mebuat orang yang dipimpin-Nya sadar, taat, patuh kepada perintah Kristus. Di dalam Kis 16:9, Roh Kudus mencerahkan Paulus melalui sebuah mimpi agar ia memberitakan Injil kedaerah Makedonia. Tetapi uniknya, di daerah ini, tepatnya di kota Filipi, Lukas mencatat bahwa Paulus dan Silas difitnah dan dipenjarakan (Kis 16:19-34). Kalau kita melihat sekilas, maka kita mungkin bertanya mungkinkah Roh Kudus memimpin hamba-Nya mengalami penderitan?
            Tetapi disini, Alkitab sendiri memberitakan bahwa Roh Kudus memimpin hamba-Nya mengalami penderitaan. Lalu, apa tujuannya? Meskipun seolah kelihatan negative, tetapi Allah menunjukkan bahwa tujuannya adalah baik. Belajarlah untuk mengalami dan mengenali kehendak dan pimpinan-Nya melalui Roh Kudus. Lalu, percayalah bahwa pimpinan-Nya selalu baik bagi kita menurut kehendak-Nya meskipun seolah-olah pimpinan Roh Kudus selalu kelihatan Negatif. Nats ini mengajarkan, bahwa pengharapan kita atas dasar Yesus Kristus tidak akan pernah mengecewakan dan sekarang ini kita punya Roh Kudus yang tinggal bersama kita. Tugas kita adalah supaya kita tidak lepas dari pengharapan itu dan berpaling waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru guru menurut kehendakNya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng!

Renungan:
Janganlah kita terlalu cepat megambil kesimpulan yang mematahkan pengharapan ketika menghadapi pencobaan karena Allah tidak akan menaruh pencobaan melebihi kemampuan kita.

Ayat Alkitab
Roma 5:5

“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita”

Read more »

Rabu, 01 Januari 2014

Penghargaan Untuk Orang Bodoh

Bilangan adalah sebuah kitab mengenai kegagalan, kebodohan, tindakan yang tidak teratur, ketidakadilan, pilihan yang salah dan mengulang kesalahan yang sama.
Berikut ini adalah lima pemenang karena pilihan bodoh yang di catat di dalam kitab bilangan :

1. Bangsa Israel (  Bilangan 11, 13-14 ) Setiap saat Tuhan memberikan hadiah-hadiah kepada bangsa israel. Tentu saja tidaklah mudah menajalani hidup di padang gurun, tetapi Tuhan tetap setia. Lebih dari 600.000 orang, kecuali dua orang meragukan Tuhan. Mereka menyembah berhala, mereka mau menjadi tawanan, mereka sudah bersalah di hadapan Tuhan. Taktik yang mereka jalankan itu tidaklah berhasil untuk mereka.

2. Sepuluh orang mata-mata yang takut ( Bilangan 13-14 ) Para ini adalah para pemimpin suku. Mereka sudah menerima visi dari Tuhan. Tetapi mereka menjadi pengecut ketika mereka hendak meraih apa yang telah tuhan janjikan. Mereka menggunakan pengaruh mereka untuk menghancurkan iman bangsa israel.

3. Miryam dan Harum ( Bilangan 12 ) Saudara perempuan dan laki-laki musa sendiri memutuskan bahwa mereka menginginkan sepotong kekuasaan yang lebih besar. Tetapi sebaliknya, Miryam mendapatkan penyakit kusta yang tiba-tiba dan mereka berdua mendapat malu.

4. Nabi Bileam ( Bilangan 22-24 ) Bileam di bayar oleh Raja Balak ( dengan bangga di berikan juga penghargaan ini untuknya ) untuk mengutuk bangsa Israel . Tuhan memperingatkan dia melalui keledainya yang dapat berbicara. Tidak ada yang lebih buruk dari pada hal tersebut.

5. Korah ( Bilangan 16 ) Korah medapatkan dau teman baik dan 250 orang pengikut dan berkumpul untuk menentang Musa. Tahukah apa yang terjadi? Bumi menelan Korah.

Read more »

Selasa, 31 Desember 2013

Sukacita Atas Penyertaan


SUKACITA ATAS PENYERTAAN

Untuk semuanya itu kita patut mengatakan: “Ebenezer” sampai di sini Tuhan menolong kita. Inilah saatnya kita menundukkan kepala untuk mensyukuri semua kebaikan dan pertolongan Tuhan bagi kita baik kepada diri sendiri, keluarga, gereja bahkan Negara kita ini.
Inilah saatnya kita menengadah keatas di tahun yang baru, yang diberikan Tuhan kepada kita. Kita berdoa semoga Tuhan menyertai kita di dalam Tahun 2014. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di Tahun 2014 ini. Kita diibaratkan sebagai seorang wisatawan yang berkunjung ke suatu tempat yang sama sekali dia tidak tahu. Supaya kita mengetahui sejarah tempat itu maka kita memerlukan seorang gaet yang dapat memberikan penjelasan kepada kita. Demikianlah kita juga dalam memasuki tahun baru ini, tentu memerlukan seorang gaet yang akan menolong kita untuk menjalani tahun 2014 ini dan gaet itu tentulah Tuhan Allah, yang akan menolong dan menunjukkan jalan yang akan kita jalani.
            Dalam tahun bari ini, kita diberangkatkan oleh firman Tuhan dari Yesaya 61:10a-b “Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku”. Firman ini adalah merupakan respon umat terhadap keselamatan mereka. Yang dulunya mereka berada dalam pembuangan tetapi sekarang telah terbebas dari pembuangan itu. Itu sebabnya mereka bersorak-sorai atas tindakan Tuhan yang menyelamatkan itu. Nats ini jugalah yang disuarakan pada kita saat ini, menyatakan sukacita kita atas pertolongan dan penyertaan Tuhan yang telah memberi kebebasan dan keselamatan. Nats ini juga dipilih untuk menghantar kita umatnya, gerejanya. Tuhan Yesus kiranya memberkati gerejanya. Amin

Renungan:
Tuhan menyertai kita di dalam menjalani tahun baru ini.

Ayat Alkitab:
Yesaya 61: 10a-b

“Aku bersukaria di dalam Tuhan, jiwaku bersorak sorai di dalam Allahku, sebab ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran”.

Selamat Tahun Baru 2014, Tuhan memberkati..

Read more »

Senin, 30 Desember 2013

Kuatkanlah hatimu, janganla takut ! Allah sendiri datang menyelamatkan kamu ( Yesaya 35 : 1-10)

Bangsa Israel yang terancam oleh bangsa-bangsa disekitarnya terutama Asyur yang pada saat itu mau memperluas daerah kekuasaannya. Dalam situasi ketakutan ini bangsa Israel mengharapkan jalan keluar yaitu mengandalkan Mesir bukan Tuhan. Jesaya pasal 35:1-10 secara jelas menggambarkan situasi bangsa ini :

seperti gurun, padang kering, tangan yang lemah lesu, lutut yang goyah. digambarkan keadaan yang "tawar hati" patah semangat alias setengah pingsan. Dalam keadaan yang demikianlah Yesaya memberikan kabar sukacita tentang pengharapan akan datangnya penolong yaitu : Allahmu akan datang dengan pembalasan.. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu ! (Yesaya 35 :4 )

Dengan demikian bangsa Israel diberi pemahaman keselamatan dan kebahagiaannya tidak didapat dengan usaha sendiri atau pertolongan bangsa Mesir tetapi Allahlah yang menyelamatkan. Allah menyelamatkan menyatakan sesuatu perubahan nyata antara lain : Ada kesembuhan : Orang buta dicelikkan, orang bisu bersorak-sorai, orang lumpuh melompat seperti rusa. Demikian dengan Alam yang indah : Gersang menjadi berumput hijau, kering menjadi kolam-ada air, ditempat serigala berbaring (tempat ketakutan) tumbuh tebu dan pandan (jadi lahan pertanian). Orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke sion (ibukota Yerusalem) : Kegirangan dan sukacita memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh. Ini kabar sukacita tentang pembebasan dan keselamatan.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, dalam hidup ini memang banyak kesusahan yang terjadi. Kesusahan terjadi bisa dikarenakan :
1. Kemalasan - Kebodohan / keterbelakangan, lingkungan alam misalnya : tandus atau terjadi bencana alam, gempa, banjir, tsunami, gunung meletus, angin topan, dsb.
2. Keserakahan karena tidak mampu menahan keinginan atas nikmat duniawi misalnya melakukan korupsi supaya cepat kaya, sehingga menyebabkan dirinya ditangkap dan masuk penjara.
3. Dan ada juga karena rencana Tuhan untuk kebaikan, misalnya seperti nabi Yunus, Ayub karena iman kepada Tuhan Yesus  seperti Yohanes dipenjarakan karena memberitakan pekerjaan Yesus.

Dalam kesusahan setiap orang membutuhkan jalan keluar (solusi). Disinilah kita harus bersikap bijaksana, kemanakah kita pergi minta tolong ?. Yang pasti, Pertolongan hanya ada pada Yesus yang mampu menyelamatkan dan memberikan sukacita sesungguhnya. Mari andalkan Tuhan dalam pergumulan dan kesusahan bukan mengandalkan diri sendiri, teman, keluarga, harta dan pangkat.

Nah, disinilah kita harus tetap memercayai janji Allah bagi kita, sebab Dia sudah memilij kita dalam diri Yesus Kristus. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendiri, sebab Dia mengerti dan peduli akan keadaan kita. Kita harus tetap memiliki harapan bahwa Tuhan Yesus pasti menyelamatkan, mengubah dan membaharui dunia dimana kita saat ini berada, dan karenanya kita harus tetap setia melakukan firman Tuhan. Kita juga harus bisa menjadi agen perubahan dan pelaku pembaharuan bagi manusia, alam dan lingkungan dimana kita berada. Yang jelas, Dia akan datang untuk memberi kelegaan bagi kita seperti yang dikatakan-Nya : "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Matius 11:28). Amin.

Pdt.SAB.Silalahi, S.Th

Read more »