Tampilkan postingan dengan label Humor Gereja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Gereja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Januari 2014

Takut Marah

Takut Marah
Sebelum merayakan Paskah, Godi mempunyai keinginan untuk mengakui dosa kepada pendetanya.
Godi: Pak Pendeta, saya mau mengaku dosa.
Pendeta: Apa yang mau kau akui?
Godi: Saya telah mencuri seekor bebek.
Pendeta: Kamu harus bertemu pemiliknya dan meminta maaf.
Godi: Saya takut.
Pendeta: Kenapa takut?
Godi: Masalahnya bebek itu sudah saya masak dan saya makan.
Pendeta: Oh, begitu. Jujur saja, pemilik bebek itu pasti ikhlas.
Godi: Syukurlah kalau begitu, Pak Pendeta.
Pendeta: Kalau boleh tahu, bebek siapa yang kamu curi?

Godi: Milik Bapak.
Pendeta: #@$@%@%@^*&^

Hehehe, semoga anda terhibur..
GBU
J

Read more »

Senin, 06 Januari 2014

Pencuri Ayam Bertobat

Pencuri Ayam Bertobat

Ada seorang pencuri ayam yang sangat terkenal di kampungnya. Hampir setiap minggu dia sukses mencuri ayam tetangganya. Suatu hari dia mendatangi seorang pendeta untuk menyatakan tobat.


Pencuri : "Pak Pendeta, saya akan bertobat, saya kemarin telah mencuri ayam... Maafkanlah dosa saya."
Pendeta : "Saya tidak bisa mengampunimu, hanya Tuhan yang bisa melakukannya."
Pencuri : "Lalu, apa yang harus saya lakukan pada ayam curian saya ini?"
Pendeta : "Kembalikannlah ayam itu kepada pemiliknya."
Pencuri : "Maukah Pak Pendeta mengambil ayam ini?"
Pendeta : "Tidak, saya sudah bilang kembalikan saja kepada pemiliknya."
Pencuri : "Jadi Pak Pendeta benar-benar tidak mau menerima ayam ini?"
Pendeta : "Sekali tidak, tetap tidak!
Pencuri : "Bener nih??"
Pendeta : "Iya, betul!!"
Pencuri : "Lantas bagaimana kalau pemiliknya tetap bersikeras tidak mau menerima ayam ini?"
Pendeta : "Hm, kalau begitu bawa pulang saja ayam itu dan rawatlah baik-baik!"
Pencuri : "Terima kasih, Pak Pendeta."



Kemudian dia pun pulang ke rumah dengan ayamnya, Pak Pendeta pun masuk ke dalam rumah dan kaget sekali karena AYAMNYA HILANG SATU!!

Hehehe, semoga anda terhibur :)

Read more »

Sabtu, 04 Januari 2014

Tertidur didalam Gereja

Tertidur Didalam Gereja

Ada seorang pendeta yang dipercayakan Tuhan untuk memegang sebuah sidang jemaat di sebuah kota.


Setiap ada jam ibadah, pendeta ini selalu melihat seorang bapak yang tidur di saat Firman Tuhan disampaikan.



Lalu pendeta ini berdoa dan minta hikmat dari Allah agar orang ini sadar dengan apa yang dilakukannya. Ahirnya pendeta ini mendapat satu cara. Kemudian, dia mencoba sebuah cara ketika ia kothbah di hari minggu berikutnya.



Pendeta: "Saudara-saudara saya punya satu ilustrasi yang menggambarkan kehidupan manusia yang tidak percaya...."



Bapak : (tertidur)



Pendeta: (meneruskan khotbahnya) "Seorang pemuda yang semasa hidupnya tidak pernah mau bertobat apalagi percaya pada Tuhan..."



Bapak : (mulai miring kiri-kanan)



Pendeta: "Saat dia meninggal, dia dihadapkan pada pengadilan Tuhan dan dia akan dilemparkan ke dalam api (neraka)....!!!!"



Bapak : "Zzzzzzzzzzzzzz..."



Pendeta: "Saat ini kita dihadapkan pada pilihan yang hanya kita sendiri yang bisa menentukannya. Untuk itu saya mau tanya, siapa di antara saudara yang mau masuk surga saya minta untuk berdiri...."



Jemaat : (berdiri dengan serentak)



Pendeta: "Silakan duduk. ...Dan siapa yang mau masuk neraka silakan....."



Sementara suasana hening sejenak....Tiba-tiba, seluruh jemaat terperangah mendengar sebuah teriakan dari arah mimbar....



"BERDIRIIIII......!!!!!"



Dan dengan spontan, bapak itu berdiri dengan wajah pucat dan mata yang tidak bisa terbuka lebar...



Hehehe, semoga anda terhibur J

GBU



Read more »

Jumat, 03 Januari 2014

Sepuluh Ribu atau Duapuluh Ribu

                                 Sepuluh ribu atau dua puluh ribu 
Rumah Ucok dipenuhi oleh kerabatnya yang datang untuk makan malam merayakan Natal. Kakek memanggil Ucok yang berusia enam tahun dan mulai bertanya tentang sekolah, cewek, dan apa pun yang terpikir olehnya. Setelah beberapa saat, si kakek melihat bahwa Ucok sudah mulai bosan. Jadi, ia mengeluarkan dua lembar uang kertas untuk membuat Ucok tertarik lembaran sepuluh ribuan dan dua puluh ribuan. Ia menunjukkan dua lembar uang itu dan menyuruh Ucok memilih salah satunya. Ucok pun memilih yang sepuluh ribu. 

Si kakek agak terkejut dan kecewa dengan keputusan Ucok tersebut. Ia kemudian mengeluarkan uang sepuluh ribuan lagi dan menyuruh Ucok untuk memilih lagi. dan Ucok pun kembali memilih yang sepuluh ribu. Si kakek sekali lagi terkejut dan kecewa. 

Ia membawa Ucok kepada salah satu pamannya dan menunjukkan betapa bodohnya Ucok memilih sepuluh ribu daripada dua puluh ribu. Demikian terus dilakukan si kakek. Ia menunjukkan kebodohan Ucok itu kepada sejumlah kerabat. Jika ditotal, si kakek telah menyuruh Ucok untuk memilih sepuluh ribu atau dua puluh ribu itu sebanyak lima belas kali. 

Beberapa jam kemudian, setelah seluruh kerabat pulang, sang ayah yang mengetahui kebodohan Ucok itu menghampiri Tomi dan menanyakan mengapa ia memilih sepuluh ribu daripada dua puluhribu. 

Dengan tersenyum lebar, Ucok menjawab, "Jika aku memilih dua puluh ribu dari sejak awal, aku tidak akan mendapatkan 150 ribu!"

Hehehe, semoga anda terhibur. GBU J

Read more »