Tampilkan postingan dengan label Renungan Mingguan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Mingguan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Januari 2014

TUHAN MEMIMPIN UMATNYA

Hari ini adalah hari kelima setelah kita memasuki Tahun yang baru 2014, dalam tahun yang baru ini tentu banyak hal yang indah yang ingin kita dapatkan. Pengharapan kita tentu saja tahun ini  akan lebih baik dari tahun sebelumnya,  baik yang dimaksud tentu dari semua aspek kehidupan kita. Jika pengharapan tersebut menjadi perjuangan kita tentu kita harus membekali diri dengan berbagai perlengkapan. Salah satu perlengkapan yang harus kita miliki adalah keyakinan /  iman bahwa didalam  Tuhan semua bisa kita dapatkan.
Pada minggu ini kita diingatkan tentang kasih Allah yang dinyatakan melalui Yeremia terhadap umat pilihanNya yang dipulihkan. Yeremia 30 : 3 menunjukkan bahwa Allah berjanji akan memulihkan Israel dan Yehuda serta mengembalikan mereka ke negeri mereka. Israel dan Yehuda mengalami penderitaan didalam pembuangan tetapi mereka tidak pernah lepas dari pantauan Allah. Didalam Allah bangsa Israel dan Yehuda mendapatkan kemenangan kembali ke tanah air mereka. Pada pasal 31 ini Allah menyatakan perjanjian baru kepada umatNya, perjanjian tersebut menunjukkan bagaimana Allah sangat mengasihi mereka. Ungkapan kasih karunia, memberi kasih yang kekal, membangun, memberi sukacita, memberi hasil dari kebun anggur, naik kepada kemuliaan Allah (31:1-7) jelas menyatakan peranan Allah (inisiatif Allah yang mengubah umatNya). Cara Allah menyatakan kasihNya ditunjukkan dengan kembali mengumpulkan umatNya yang telah bercerai berai dan memimpin mereka untuk mendapat sukacita, kesejahteraan dan kemakmuran.
Allah menyatakan sebagaimana Dia sebagai Bapa (ayat 9), mengubah perkabungan menjadi sukacita (ayat 13), serta menjadikan imam didalam kelimpahan (ayat 14). Semua janji yang diungkapkan ini menjadi bukti bahwa Allah adalah segala-galanya. Didalam Allah umatNya mendapatkan keselamatan, kegembiraan dan kemenangan. Belajar dari pernyataan Allah yang mengasihi umatNya didalam kitab Yeremia 31 ini kita diantar untuk melihat perjalanan hidup kita kedepan mau seperti apa.....
Perjalanan hidup bangsa Israel yang meninggalkan Allah menjadikan mereka hidup didalam kelemahan, kekalahan, sekaligus penderitaan yang besar. Sekalipun Allah tetap mengasihi mereka dengan memulihkannya bukan berarti kita selalu mendapatkan pemulihan oleh Allah didalam konteks kita jaman ini, sebab kita selalu dipulihkan dengan kasihNya yang besar melalui Yesus Kristus. Artinya hidup kita telah diperbaharui olehNya didalam Yesus Kristus. Rasul Paulus juga menekankan bagaimana orang percaya telah dipilih oleh Kristus serta menjadikannya didalam kekudusan dengan memberikan berkat rohani dari sorga ( Efesus 1:3).
Jadi ketika kita menatap kedepan / masa depan, kita patut bersyukur sebagai anak Allah yang telah dipilihNya. Selanjutnya tentu bagaimana kita menjalani kehidupan ini hanya mengandalkan Yesus, sebab kita tidak dapat mengandalkan diri kita sendiri, orang lain, atau apa saja yang ada disekitar kita didalam menjalani hidup ini, karena semua mempunyai keterbatasan. Hanya didalam Allah lah yang tidak mempunyai keterbatasan. Allah yang mampu menjaga dan menyelamatkan kita menuju kemuliaanNya. Sebagai orang percaya kita tidak menghendaki mendapatkan kegagalan dan kekalahan dalam hidup kita (tahun 2014 ini). Jika bangsa Isreal pernah gagal dan kalah serta menderita karena mengandalkan diri sendiri, maka sebagai umat Allah yang baru kita tidak boleh mengandalkan diri sendiri atau orang lain sebab hanya Allah yang didalam diri Yesus Kristus lah yang mampu menjaga dan menggembalakan kita.

Bvr.E.Pandiangan. :)

Read more »

Senin, 30 Desember 2013

Kuatkanlah hatimu, janganla takut ! Allah sendiri datang menyelamatkan kamu ( Yesaya 35 : 1-10)

Bangsa Israel yang terancam oleh bangsa-bangsa disekitarnya terutama Asyur yang pada saat itu mau memperluas daerah kekuasaannya. Dalam situasi ketakutan ini bangsa Israel mengharapkan jalan keluar yaitu mengandalkan Mesir bukan Tuhan. Jesaya pasal 35:1-10 secara jelas menggambarkan situasi bangsa ini :

seperti gurun, padang kering, tangan yang lemah lesu, lutut yang goyah. digambarkan keadaan yang "tawar hati" patah semangat alias setengah pingsan. Dalam keadaan yang demikianlah Yesaya memberikan kabar sukacita tentang pengharapan akan datangnya penolong yaitu : Allahmu akan datang dengan pembalasan.. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu ! (Yesaya 35 :4 )

Dengan demikian bangsa Israel diberi pemahaman keselamatan dan kebahagiaannya tidak didapat dengan usaha sendiri atau pertolongan bangsa Mesir tetapi Allahlah yang menyelamatkan. Allah menyelamatkan menyatakan sesuatu perubahan nyata antara lain : Ada kesembuhan : Orang buta dicelikkan, orang bisu bersorak-sorai, orang lumpuh melompat seperti rusa. Demikian dengan Alam yang indah : Gersang menjadi berumput hijau, kering menjadi kolam-ada air, ditempat serigala berbaring (tempat ketakutan) tumbuh tebu dan pandan (jadi lahan pertanian). Orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke sion (ibukota Yerusalem) : Kegirangan dan sukacita memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh. Ini kabar sukacita tentang pembebasan dan keselamatan.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, dalam hidup ini memang banyak kesusahan yang terjadi. Kesusahan terjadi bisa dikarenakan :
1. Kemalasan - Kebodohan / keterbelakangan, lingkungan alam misalnya : tandus atau terjadi bencana alam, gempa, banjir, tsunami, gunung meletus, angin topan, dsb.
2. Keserakahan karena tidak mampu menahan keinginan atas nikmat duniawi misalnya melakukan korupsi supaya cepat kaya, sehingga menyebabkan dirinya ditangkap dan masuk penjara.
3. Dan ada juga karena rencana Tuhan untuk kebaikan, misalnya seperti nabi Yunus, Ayub karena iman kepada Tuhan Yesus  seperti Yohanes dipenjarakan karena memberitakan pekerjaan Yesus.

Dalam kesusahan setiap orang membutuhkan jalan keluar (solusi). Disinilah kita harus bersikap bijaksana, kemanakah kita pergi minta tolong ?. Yang pasti, Pertolongan hanya ada pada Yesus yang mampu menyelamatkan dan memberikan sukacita sesungguhnya. Mari andalkan Tuhan dalam pergumulan dan kesusahan bukan mengandalkan diri sendiri, teman, keluarga, harta dan pangkat.

Nah, disinilah kita harus tetap memercayai janji Allah bagi kita, sebab Dia sudah memilij kita dalam diri Yesus Kristus. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendiri, sebab Dia mengerti dan peduli akan keadaan kita. Kita harus tetap memiliki harapan bahwa Tuhan Yesus pasti menyelamatkan, mengubah dan membaharui dunia dimana kita saat ini berada, dan karenanya kita harus tetap setia melakukan firman Tuhan. Kita juga harus bisa menjadi agen perubahan dan pelaku pembaharuan bagi manusia, alam dan lingkungan dimana kita berada. Yang jelas, Dia akan datang untuk memberi kelegaan bagi kita seperti yang dikatakan-Nya : "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Matius 11:28). Amin.

Pdt.SAB.Silalahi, S.Th

Read more »