Kamis, 02 Januari 2014

Setialah dalam Pengharapan

SETIALAH DALAM PENGHARAPAN
            Kita bisa memiliki pegharapan kepada Allah di dalam penderitaan, karena ada dua alasan yang dipaparkan Rasul Paulus, yaitu; Pertama, Penganiayaan, fitnahan, kesengsaraan, dan segala bentuknya bukan wujud kebencian Allah atau kutukan Allah. Segala bentuk penderitaan justru membuktikan Allah itu mengasihi umat-Nya sehingga Ia ingin mendewasakan imannya. Jemaat mula mula adalah saksi matanya. Mereka sungguh sungguh beriman di dalam Kristus, sehingga karena pengharapan, mereka harus menderita menjadi santapan bagi singa yang lapar, dibakar hidup hidup. Bapa bapa gereja yang agung juga mengalami hal yang sama. Dr. Martin Luther, seorang reformator gereja juga mengalami penderitaan yaitu dibuang dari gereja karena dianggap membangkang, padahal ia ingin menegakkan iman Kristen sejati di atas dasar Alkitab, Bahkan kaum Puritan (Calvinis) harus mengungsi ke Negara lain karena mereka dikucilkan dan dibuang.
            Kedua,  selain kasih dan pemeliharaan Allah, kita dapat sanggup menghadapi berbagai penderitaan, karena ada penghiburan dan pimpinan Roh Kudus. Roh Kudus mebuat orang yang dipimpin-Nya sadar, taat, patuh kepada perintah Kristus. Di dalam Kis 16:9, Roh Kudus mencerahkan Paulus melalui sebuah mimpi agar ia memberitakan Injil kedaerah Makedonia. Tetapi uniknya, di daerah ini, tepatnya di kota Filipi, Lukas mencatat bahwa Paulus dan Silas difitnah dan dipenjarakan (Kis 16:19-34). Kalau kita melihat sekilas, maka kita mungkin bertanya mungkinkah Roh Kudus memimpin hamba-Nya mengalami penderitan?
            Tetapi disini, Alkitab sendiri memberitakan bahwa Roh Kudus memimpin hamba-Nya mengalami penderitaan. Lalu, apa tujuannya? Meskipun seolah kelihatan negative, tetapi Allah menunjukkan bahwa tujuannya adalah baik. Belajarlah untuk mengalami dan mengenali kehendak dan pimpinan-Nya melalui Roh Kudus. Lalu, percayalah bahwa pimpinan-Nya selalu baik bagi kita menurut kehendak-Nya meskipun seolah-olah pimpinan Roh Kudus selalu kelihatan Negatif. Nats ini mengajarkan, bahwa pengharapan kita atas dasar Yesus Kristus tidak akan pernah mengecewakan dan sekarang ini kita punya Roh Kudus yang tinggal bersama kita. Tugas kita adalah supaya kita tidak lepas dari pengharapan itu dan berpaling waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru guru menurut kehendakNya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng!

Renungan:
Janganlah kita terlalu cepat megambil kesimpulan yang mematahkan pengharapan ketika menghadapi pencobaan karena Allah tidak akan menaruh pencobaan melebihi kemampuan kita.

Ayat Alkitab
Roma 5:5

“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita”