SETIALAH DALAM PENGHARAPAN
Kita bisa memiliki pegharapan kepada
Allah di dalam penderitaan, karena ada dua alasan yang dipaparkan Rasul Paulus,
yaitu; Pertama, Penganiayaan,
fitnahan, kesengsaraan, dan segala bentuknya bukan wujud kebencian Allah atau kutukan
Allah. Segala bentuk penderitaan justru membuktikan Allah itu mengasihi
umat-Nya sehingga Ia ingin mendewasakan imannya. Jemaat mula mula adalah saksi
matanya. Mereka sungguh sungguh beriman di dalam Kristus, sehingga karena
pengharapan, mereka harus menderita menjadi santapan bagi singa yang lapar,
dibakar hidup hidup. Bapa bapa gereja yang agung juga mengalami hal yang sama.
Dr. Martin Luther, seorang reformator gereja juga mengalami penderitaan yaitu
dibuang dari gereja karena dianggap membangkang, padahal ia ingin menegakkan
iman Kristen sejati di atas dasar Alkitab, Bahkan kaum Puritan (Calvinis) harus
mengungsi ke Negara lain karena mereka dikucilkan dan dibuang.
Kedua,
selain kasih dan pemeliharaan Allah,
kita dapat sanggup menghadapi berbagai penderitaan, karena ada penghiburan dan
pimpinan Roh Kudus. Roh Kudus mebuat orang yang dipimpin-Nya sadar, taat, patuh
kepada perintah Kristus. Di dalam Kis 16:9, Roh Kudus mencerahkan Paulus
melalui sebuah mimpi agar ia memberitakan Injil kedaerah Makedonia. Tetapi
uniknya, di daerah ini, tepatnya di kota Filipi, Lukas mencatat bahwa Paulus
dan Silas difitnah dan dipenjarakan (Kis 16:19-34). Kalau kita melihat sekilas,
maka kita mungkin bertanya mungkinkah Roh Kudus memimpin hamba-Nya mengalami
penderitan?
Tetapi disini, Alkitab sendiri
memberitakan bahwa Roh Kudus memimpin hamba-Nya mengalami penderitaan. Lalu,
apa tujuannya? Meskipun seolah kelihatan negative, tetapi Allah menunjukkan
bahwa tujuannya adalah baik. Belajarlah untuk mengalami dan mengenali kehendak
dan pimpinan-Nya melalui Roh Kudus. Lalu, percayalah bahwa pimpinan-Nya selalu
baik bagi kita menurut kehendak-Nya meskipun seolah-olah pimpinan Roh Kudus
selalu kelihatan Negatif. Nats ini mengajarkan, bahwa pengharapan kita atas
dasar Yesus Kristus tidak akan pernah mengecewakan dan sekarang ini kita punya
Roh Kudus yang tinggal bersama kita. Tugas kita adalah supaya kita tidak lepas
dari pengharapan itu dan berpaling waktunya, orang tidak dapat lagi menerima
ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru guru menurut kehendakNya
untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari
kebenaran dan membukanya bagi dongeng!
Renungan:
Janganlah kita terlalu cepat megambil kesimpulan yang mematahkan pengharapan ketika menghadapi pencobaan karena Allah tidak akan menaruh pencobaan melebihi kemampuan kita.
Ayat Alkitab
Janganlah kita terlalu cepat megambil kesimpulan yang mematahkan pengharapan ketika menghadapi pencobaan karena Allah tidak akan menaruh pencobaan melebihi kemampuan kita.
Ayat Alkitab
Roma
5:5
“Dan
pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam
hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita”