TUHAN MELAWAT HAMBANYA
Zakaria
orang yang paling berbahagia karena Allah melalui Malaikat langsung
memberitahukan tentang anaknya yang akan lahir. Elizabet, istri Zakaria yang
berusia lanjut dan mandul, merasa tidak mungkin Ia akan mengandung. Namun, kejutan
baginya Malaikat berkenan, melawat hambanya untuk memberitahukan bahwa dia akan
mengandung seorang anak laki-laki, karena tidak percaya ia pun dibuat Tuhan
bisu selama mengandung. Jika menurutnya hal melahirkan suatu yang tidak
mungkin, namun bagi Tuhan tiada yang Mustahil. Inilah yang dirasakan oleh
keluarga Zakaria, Tuhan itu baik, Tuhan itu mengasihi hambaNya.
Kunjungan
Malaikat Tuhan itu pula yang membuat Zakaria mampu bernubuat bahwa pernyataan
Malaikat tentang anak yang lahir itu, bernama Yohanes, dialah sebagai perintis
Mesias, Juruselamat yang akan datang ke dunia. Luapan kegembiraannya bukan
sekedar ia beroleh karunia, berupa kelahiran sang anak, lebih dari itu.
Nubuatnya, Messias, Juruselamat yang dinantikan segera memulai pelayananNya. Apa
yang dirindukan bangsaNya, apa yang dinantikan yang diharapkan, dan yang
ditunggu-tunggu bahwa telah tiba waktu untuk menyambut sang Messias. Keyakinan
Zakaria karena Tuhan yang memberitahukan langsung,
Tuhan
memakai Yohanes Pembaptis sebagai perintis agar bangsa Israel menjadi percaya.
Kini, Allah mengutus dan menetapkan Yohanes Pembaptis sebagai saksi untuk sang
Mesias yang akan segera tampil di pentas kehidupan umatNya. Karakter Yohannes
Pembaptis dikenal kesederhanaanya, dengan tema khotbah pertobatan, dan
pembaptisan Yohanes di sungai Yordan. Inilah sebagai rintisan jalan bagi
Messias. Proklamasi Injil sebagai kabar kesukaan akan memasuki kehidupan
agamawi Israel.
Perbuatan
Allah kepada Zakaria, dan Pengutusan Yohanes Pembaptis sebagai perintis Messias,
inilah Proklamasi Injil di tanah Palestina bahwa sejak itu kerajaan Allah telah
tiba, Mari dengarkan, lihat, dan rasakan karya pelayanan sang Mesias. Jika
mereka selama ini hanya sebatas menunggu janji, menantikan pengharapan para
nubuatan. Tetapi, dengan kehadiran Yohannes Pembaptis semakin nyatalah bahwa
Messias itu adalah Yesus, Kristus, Anak Allah. Kerendahan hati, kerendahan
dirinya membuat orang banyak semakin yakin bahwa Kristus benar telah menjadi
manusia di dalam diri Yesus.
Renungan:
Kita
bersukacita apabila Tuhan melawat kita, seperti yang terjadi kepada Zakaria
baginya yang dirasa tidak mungkin tetapi Allah justru menunjukkan belas
kasihNya kepada mereka yang rendah hati.
Ayat
Alkitab:
Lukas 1:67-68
“Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu
bernubua, katanya: “Terpujilah Tuhan Allah Israel, sebab Ia melawat umatNya dan
membawa kelepasan baginya”