Rabu, 08 Januari 2014

Tuhan melawat hambaNya

TUHAN MELAWAT HAMBANYA

            Zakaria orang yang paling berbahagia karena Allah melalui Malaikat langsung memberitahukan tentang anaknya yang akan lahir. Elizabet, istri Zakaria yang berusia lanjut dan mandul, merasa tidak mungkin Ia akan mengandung. Namun, kejutan baginya Malaikat berkenan, melawat hambanya untuk memberitahukan bahwa dia akan mengandung seorang anak laki-laki, karena tidak percaya ia pun dibuat Tuhan bisu selama mengandung. Jika menurutnya hal melahirkan suatu yang tidak mungkin, namun bagi Tuhan tiada yang Mustahil. Inilah yang dirasakan oleh keluarga Zakaria, Tuhan itu baik, Tuhan itu mengasihi hambaNya.
            Kunjungan Malaikat Tuhan itu pula yang membuat Zakaria mampu bernubuat bahwa pernyataan Malaikat tentang anak yang lahir itu, bernama Yohanes, dialah sebagai perintis Mesias, Juruselamat yang akan datang ke dunia. Luapan kegembiraannya bukan sekedar ia beroleh karunia, berupa kelahiran sang anak, lebih dari itu. Nubuatnya, Messias, Juruselamat yang dinantikan segera memulai pelayananNya. Apa yang dirindukan bangsaNya, apa yang dinantikan yang diharapkan, dan yang ditunggu-tunggu bahwa telah tiba waktu untuk menyambut sang Messias. Keyakinan Zakaria karena Tuhan yang memberitahukan langsung,
            Tuhan memakai Yohanes Pembaptis sebagai perintis agar bangsa Israel menjadi percaya. Kini, Allah mengutus dan menetapkan Yohanes Pembaptis sebagai saksi untuk sang Mesias yang akan segera tampil di pentas kehidupan umatNya. Karakter Yohannes Pembaptis dikenal kesederhanaanya, dengan tema khotbah pertobatan, dan pembaptisan Yohanes di sungai Yordan. Inilah sebagai rintisan jalan bagi Messias. Proklamasi Injil sebagai kabar kesukaan akan memasuki kehidupan agamawi Israel.
            Perbuatan Allah kepada Zakaria, dan Pengutusan Yohanes Pembaptis sebagai perintis Messias, inilah Proklamasi Injil di tanah Palestina bahwa sejak itu kerajaan Allah telah tiba, Mari dengarkan, lihat, dan rasakan karya pelayanan sang Mesias. Jika mereka selama ini hanya sebatas menunggu janji, menantikan pengharapan para nubuatan. Tetapi, dengan kehadiran Yohannes Pembaptis semakin nyatalah bahwa Messias itu adalah Yesus, Kristus, Anak Allah. Kerendahan hati, kerendahan dirinya membuat orang banyak semakin yakin bahwa Kristus benar telah menjadi manusia di dalam diri Yesus.
Renungan:

Kita bersukacita apabila Tuhan melawat kita, seperti yang terjadi kepada Zakaria baginya yang dirasa tidak mungkin tetapi Allah justru menunjukkan belas kasihNya kepada mereka yang rendah hati.
Ayat Alkitab:

Lukas 1:67-68

“Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubua, katanya: “Terpujilah Tuhan Allah Israel, sebab Ia melawat umatNya dan membawa kelepasan baginya”