JANGAN MERUGIKAN SESAMA
Setiap pertumbuhan membawa tekanan baru. Setiap tekanan
baru membawa tantangan dan pilihan. Apakah kita mau berubah sesuai dengan
pergerakan Allah dan tetap menjadi kantong kulit baru, yang sanggup diisi
dengan air anggur baru? Atau, apakah kita mau mempertahankan apa yang sudah ada
dan membangun perlindungan, agar supaya yang lalu tidak akan hilang walau
akibatnya kita kehilangan fleksibilitas dan menjadi kanton kulit yang keras?
Ingatlah bahwa kantong kulit yang keras tidak mampu menerima air anggur yang
baru. Apa pilihan kita?
Sayang sekali, bukti sejarah menunjukkan kecenderungan
manusia adalah menjadi kantong kulit yang keras. Ini dikarenakan manusia pada
umumnya takut terhadap hal hal yang baru dan merasa lebih aman dengan yag lama.
Kecenderungan itu telah melihat Gereja mula-mula sehingga Rasul Paulus berkata
kepada jemaat-jemaat Galatia: “Hai orang orang Galatia yang bodoh, siapakah
yang telah mempesona kamu?
Hukum perekonomian bagi umat Israel, melarang agar jangan
saling merugikan. Tetapi hendaklah saling menguntungkan. Biasanya, pedagang
yang ingin mendapat untung banyak ia akan berdusta kepada si pembeli. Dalam
dunia ekonomi semakin banyak permintaan maka kecenderungan harga akan menaik.
Pedagang seperti ini tidak perduli dengan kemampuan si pembeli. Baginya, yang
terpenting bagaimana supaya mendapat untung yang lebih banyak.
Larangan agar jangan saling merugikan antara pembeli dan
penjual merupakan sikap etis cara berdagang dalam dunia Perjanjian Lama.
Solidaritas social bagi umatNya perlu dipelihara, karena dengan demikianlah
mereka bisa bertahan hidup menghadapi bangsa sekitar. Sebab, bangsa bangsa di
sekitar Israel tidak memperdulikan kesulitan mereka apalagi mereka dianggap
sebagai bangsa pendatang di daerah Palestina.
Dalam dunia Perjanjian Baru, sikap etis berekonomi yang
diajarkan Yesus, kita harus bersikap dan bertindak wajar terhadap sesame. Tuhan
Yesus mengasihi orang miskin, orang yang tidak berpunya, mereka yang lapar.
Hendaklah orang Kristen memperhatikan kebutuhan sesama. Karena mereka juga
adalah bagian dari diri kita.
Renungan:
Sikap rakus, tamak, dan loba, jelas sangat merugikan orang lain. Kita
diingatkan supaya jangan merugikan orang lain, meskipun kita berpeluang
mendapat keuntungan sesuai keinginan namun nas kita mengatakan supaya jangan
saling merugikan.
Ayat Alkitab
Imamat 25:14
“Apabila kamu menjual sesuatu
kepada sesamamu atau membeli dari padanya, janganlah kamu merugikan satu sama
lain”