Selasa, 07 Januari 2014

Jangan gentar memberitakan Injil

JANGAN GENTAR MEMBERITAKAN INJIL

Di ayat kesebelas Paulus mengatakan, “kenakanlah seluruh perlengkapan persenjataan Allah”. Sedangkan pada ayat 14, Paulus merinci alat perlengkapan perang, yaitu; berdiri tegap, berikat pinggang kebenaran, kaki berkasut kerelaan. Rasul Paulus memakai bahasa frasa sastra, menggambarkan tugas dengan alat peraga dunia militer. Apakah maksud dari frasa ini? Perlengkapan senjata Allah merupakan suatu ungkapan metafora yang menunjukkan seperangkat perlindungan yang Allah sediakan. John Stott menyatakan keenam metafora tersebut menggambarkan kebenaran, ketulusan, berita injil damai sejahtera, iman, keselamatan, dan Firman. Semua sudah Allah sediakan.
Tugas kita hanyalah mengenakannya. Untuk mengenakan kebenaran tentu kita perlu mengerti kebenaran Allah dan menghidupi kebenaran itu. Ketika mengenakan ketulusan tentu kita perlu terus menerus mengoreksi hati dan pikiran kita. Dalam mengenakan berita injil tentu kita perlu memberitakan keselamatan kepada setiap orang. Untuk mengenakan iman tentu kita perlu berserah di dalam doa. Pada saat kita mengenakan keselamatan tentu kita perlu mengingat karya Kristus di kayu salib. Dan untuk mengenakan Firman tentu kita harus mengerti dan menguasai Alkitab dengan benar. Secara sederhana mengenakan perlengkapan senjata Allah artinya, memiliki kerohanian yang sehat, mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan, dan itu diperoleh dari disiplin rohani yang baik. (doa, saat teduh, PI pribadi, Pa pribadi, Bible reading).
Memang untuk bisa bertahan terhadap strategi iblis, Allah akan memberi kita kuasa, tetapi kita juga punya tanggung jawab untuk mengusahakan kesehatan rohani kita. Inilah strategi tandingan yang Firman Tuhan nyatakan. Berkisar kepada Tuhan dan berusaha memiliki kehidupan rohani yang sehat.
Ada tiga kata kunci sebagai persiapan memberitakan Injil, yaitu: Siap, jangan terlalu banyak pertimbangan, jangan menunda panggilan Tuhan, siap sedia setiap saat. Kebenaran, dalam memberitakan Injil, kita harus berani menegakkan kebenaran, janganlah dikalahkan oleh tipu muslihat Dunia. Orang benar mungkin bisa dikalahkan tetapi kebenaran tidak akan kalah dengan kuasa Firman Allah. Kerelaan; memberitakan injil hendaknya dilakukan tanpa paksaan, jangan karena disuruh, tetapi Allah yang memanggil dan dia yang memberi upah.

Renungan:

Allah memanggil dan mengutus para hambaNya pastilah Ia memperlengkapinya dengan kesiapan yang cukup. Strategi memberitakan Injil diibaratkan kepada orang yang akan maju ke medan perang. Karena itu, hendaklah kita siap sedia diutus memberitakan Injil.


Ayat Alkitab:

Efesus 6:14-15
“Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakn Injil damai sejahtera”.