JANGAN GENTAR MEMBERITAKAN INJIL
Di
ayat kesebelas Paulus mengatakan, “kenakanlah seluruh perlengkapan persenjataan
Allah”. Sedangkan pada ayat 14, Paulus merinci alat perlengkapan perang, yaitu;
berdiri tegap, berikat pinggang kebenaran, kaki berkasut kerelaan. Rasul Paulus
memakai bahasa frasa sastra, menggambarkan tugas dengan alat peraga dunia
militer. Apakah maksud dari frasa ini? Perlengkapan senjata Allah merupakan
suatu ungkapan metafora yang menunjukkan seperangkat perlindungan yang Allah
sediakan. John Stott menyatakan keenam metafora tersebut menggambarkan
kebenaran, ketulusan, berita injil damai sejahtera, iman, keselamatan, dan
Firman. Semua sudah Allah sediakan.
Tugas
kita hanyalah mengenakannya. Untuk mengenakan kebenaran tentu kita perlu mengerti
kebenaran Allah dan menghidupi kebenaran itu. Ketika mengenakan ketulusan tentu
kita perlu terus menerus mengoreksi hati dan pikiran kita. Dalam mengenakan
berita injil tentu kita perlu memberitakan keselamatan kepada setiap orang.
Untuk mengenakan iman tentu kita perlu berserah di dalam doa. Pada saat kita
mengenakan keselamatan tentu kita perlu mengingat karya Kristus di kayu salib.
Dan untuk mengenakan Firman tentu kita harus mengerti dan menguasai Alkitab
dengan benar. Secara sederhana mengenakan perlengkapan senjata Allah artinya,
memiliki kerohanian yang sehat, mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan, dan
itu diperoleh dari disiplin rohani yang baik. (doa, saat teduh, PI pribadi, Pa
pribadi, Bible reading).
Memang
untuk bisa bertahan terhadap strategi iblis, Allah akan memberi kita kuasa,
tetapi kita juga punya tanggung jawab untuk mengusahakan kesehatan rohani kita.
Inilah strategi tandingan yang Firman Tuhan nyatakan. Berkisar kepada Tuhan dan
berusaha memiliki kehidupan rohani yang sehat.
Ada
tiga kata kunci sebagai persiapan memberitakan Injil, yaitu: Siap, jangan
terlalu banyak pertimbangan, jangan menunda panggilan Tuhan, siap sedia setiap
saat. Kebenaran, dalam memberitakan Injil, kita harus berani menegakkan
kebenaran, janganlah dikalahkan oleh tipu muslihat Dunia. Orang benar mungkin
bisa dikalahkan tetapi kebenaran tidak akan kalah dengan kuasa Firman Allah.
Kerelaan; memberitakan injil hendaknya dilakukan tanpa paksaan, jangan karena
disuruh, tetapi Allah yang memanggil dan dia yang memberi upah.
Renungan:
Allah memanggil dan mengutus para
hambaNya pastilah Ia memperlengkapinya dengan kesiapan yang cukup. Strategi
memberitakan Injil diibaratkan kepada orang yang akan maju ke medan perang.
Karena itu, hendaklah kita siap sedia diutus memberitakan Injil.
Ayat Alkitab:
Efesus 6:14-15
“Jadi berdirilah tegap,
berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan
kerelaan untuk memberitakn Injil damai sejahtera”.