Senin, 06 Januari 2014

Sudahkah anda melihat Keselamatan

SUDAHKAH ANDA MELIHAT KESELAMATAN

Setiap orang memiliki kerinduan (keinginan), cita cita yang hendak dicapainya, termasuk orang Lansia masih mempunyai cita cita/keinginan/kerinduan. Di dalam Lukas 2 dikisahkan tentang seorang lansia bernama Simeon, yang mempunyai kerinduan untuk bertemu muka dengan muka kepada Mesias. Pada waktu kerinduan hatinya terpenuhi. Dia berkata: “Sekarang Tuhan, biarkanlah hambaMu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firmanMu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari padaMu…” (Lukas 2:29,30)
            Bagaimanakah keadaan hati dan kehidupan Simeon? Simeon adalah seorang yang benar. Simeon adalah seorang yang saleh. Simeon adalah seorang yang hidupnya dikuasai dan dipimpin oleh Roh Kudus. Simeon adalah yang rindu bertemu muka dengan muka dengan Mesias/Tuhan. Ada 4 (empat) hal hendaknya dimiliki orang Kristen,  Pertama, Hidup sebagai orang yang benar. Seorang yang benar berarti ia seorang yang hatinya lurus dan tulus. Orang yang benar bersumber dari hati, berdasarkan iman yang benar kepada Allah serta kasih dan memiliki integritas tinggi, “yaitu, yang ada di hati ada di mulut. Perbuatan dengan hatinya sama. Seorang yang benar akan berbicara benar, tidak bohong dan menipu, berlaku jujur dan bisa dipercaya, tidak akan berbuat curang.
            Kedua, hidup sebagai orang saleh, berarti ia seorang yang beriman, takut akan Tuhan, beribadah kepada Tuhan, hormat kepada Tuhan, serta suka menyenangkan hati Tuhan. Ketiga, adanya sikap rindu kepada Tuhan. Orang seperti ini siang dan malam senantiasa mencari Tuhan. Ia menyerahkan dirinya untuk dipimpin oleh Tuhan. Keempat, mengakui kemahakuasaan Tuhan atas hidupnya. Bangsa Israel menyadari bahwa Mesias adalah satu satu nya raja yang diharapkan oleh mereka sebagai pemimpin politik dan untuk melawan bangsa bangsa yang dianggap mereka lebih besar dan lebih kuat.

Renungan:
Sebagaimana Simeon telah bertemu dengan sang Juruselamat seperti yang dinubuatkan dan dia sudah merasa lega, puas, dan percaya terhadap masa depan bangsanya. Karena itu janganlah takut karena Yesus telah menjadi Juruselamat umat manusia dan dunia.


Ayat Alkitab:
Lukas 2:29-30
“Sekarang, Tuhan, biarkanlah hambaMu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firmanMu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari padaMu”

Read more »

Pencuri Ayam Bertobat

Pencuri Ayam Bertobat

Ada seorang pencuri ayam yang sangat terkenal di kampungnya. Hampir setiap minggu dia sukses mencuri ayam tetangganya. Suatu hari dia mendatangi seorang pendeta untuk menyatakan tobat.


Pencuri : "Pak Pendeta, saya akan bertobat, saya kemarin telah mencuri ayam... Maafkanlah dosa saya."
Pendeta : "Saya tidak bisa mengampunimu, hanya Tuhan yang bisa melakukannya."
Pencuri : "Lalu, apa yang harus saya lakukan pada ayam curian saya ini?"
Pendeta : "Kembalikannlah ayam itu kepada pemiliknya."
Pencuri : "Maukah Pak Pendeta mengambil ayam ini?"
Pendeta : "Tidak, saya sudah bilang kembalikan saja kepada pemiliknya."
Pencuri : "Jadi Pak Pendeta benar-benar tidak mau menerima ayam ini?"
Pendeta : "Sekali tidak, tetap tidak!
Pencuri : "Bener nih??"
Pendeta : "Iya, betul!!"
Pencuri : "Lantas bagaimana kalau pemiliknya tetap bersikeras tidak mau menerima ayam ini?"
Pendeta : "Hm, kalau begitu bawa pulang saja ayam itu dan rawatlah baik-baik!"
Pencuri : "Terima kasih, Pak Pendeta."



Kemudian dia pun pulang ke rumah dengan ayamnya, Pak Pendeta pun masuk ke dalam rumah dan kaget sekali karena AYAMNYA HILANG SATU!!

Hehehe, semoga anda terhibur :)

Read more »

Minggu, 05 Januari 2014

TUHAN MEMIMPIN UMATNYA

Hari ini adalah hari kelima setelah kita memasuki Tahun yang baru 2014, dalam tahun yang baru ini tentu banyak hal yang indah yang ingin kita dapatkan. Pengharapan kita tentu saja tahun ini  akan lebih baik dari tahun sebelumnya,  baik yang dimaksud tentu dari semua aspek kehidupan kita. Jika pengharapan tersebut menjadi perjuangan kita tentu kita harus membekali diri dengan berbagai perlengkapan. Salah satu perlengkapan yang harus kita miliki adalah keyakinan /  iman bahwa didalam  Tuhan semua bisa kita dapatkan.
Pada minggu ini kita diingatkan tentang kasih Allah yang dinyatakan melalui Yeremia terhadap umat pilihanNya yang dipulihkan. Yeremia 30 : 3 menunjukkan bahwa Allah berjanji akan memulihkan Israel dan Yehuda serta mengembalikan mereka ke negeri mereka. Israel dan Yehuda mengalami penderitaan didalam pembuangan tetapi mereka tidak pernah lepas dari pantauan Allah. Didalam Allah bangsa Israel dan Yehuda mendapatkan kemenangan kembali ke tanah air mereka. Pada pasal 31 ini Allah menyatakan perjanjian baru kepada umatNya, perjanjian tersebut menunjukkan bagaimana Allah sangat mengasihi mereka. Ungkapan kasih karunia, memberi kasih yang kekal, membangun, memberi sukacita, memberi hasil dari kebun anggur, naik kepada kemuliaan Allah (31:1-7) jelas menyatakan peranan Allah (inisiatif Allah yang mengubah umatNya). Cara Allah menyatakan kasihNya ditunjukkan dengan kembali mengumpulkan umatNya yang telah bercerai berai dan memimpin mereka untuk mendapat sukacita, kesejahteraan dan kemakmuran.
Allah menyatakan sebagaimana Dia sebagai Bapa (ayat 9), mengubah perkabungan menjadi sukacita (ayat 13), serta menjadikan imam didalam kelimpahan (ayat 14). Semua janji yang diungkapkan ini menjadi bukti bahwa Allah adalah segala-galanya. Didalam Allah umatNya mendapatkan keselamatan, kegembiraan dan kemenangan. Belajar dari pernyataan Allah yang mengasihi umatNya didalam kitab Yeremia 31 ini kita diantar untuk melihat perjalanan hidup kita kedepan mau seperti apa.....
Perjalanan hidup bangsa Israel yang meninggalkan Allah menjadikan mereka hidup didalam kelemahan, kekalahan, sekaligus penderitaan yang besar. Sekalipun Allah tetap mengasihi mereka dengan memulihkannya bukan berarti kita selalu mendapatkan pemulihan oleh Allah didalam konteks kita jaman ini, sebab kita selalu dipulihkan dengan kasihNya yang besar melalui Yesus Kristus. Artinya hidup kita telah diperbaharui olehNya didalam Yesus Kristus. Rasul Paulus juga menekankan bagaimana orang percaya telah dipilih oleh Kristus serta menjadikannya didalam kekudusan dengan memberikan berkat rohani dari sorga ( Efesus 1:3).
Jadi ketika kita menatap kedepan / masa depan, kita patut bersyukur sebagai anak Allah yang telah dipilihNya. Selanjutnya tentu bagaimana kita menjalani kehidupan ini hanya mengandalkan Yesus, sebab kita tidak dapat mengandalkan diri kita sendiri, orang lain, atau apa saja yang ada disekitar kita didalam menjalani hidup ini, karena semua mempunyai keterbatasan. Hanya didalam Allah lah yang tidak mempunyai keterbatasan. Allah yang mampu menjaga dan menyelamatkan kita menuju kemuliaanNya. Sebagai orang percaya kita tidak menghendaki mendapatkan kegagalan dan kekalahan dalam hidup kita (tahun 2014 ini). Jika bangsa Isreal pernah gagal dan kalah serta menderita karena mengandalkan diri sendiri, maka sebagai umat Allah yang baru kita tidak boleh mengandalkan diri sendiri atau orang lain sebab hanya Allah yang didalam diri Yesus Kristus lah yang mampu menjaga dan menggembalakan kita.

Bvr.E.Pandiangan. :)

Read more »