Rabu, 01 Januari 2014

Penghargaan Untuk Orang Bodoh

Bilangan adalah sebuah kitab mengenai kegagalan, kebodohan, tindakan yang tidak teratur, ketidakadilan, pilihan yang salah dan mengulang kesalahan yang sama.
Berikut ini adalah lima pemenang karena pilihan bodoh yang di catat di dalam kitab bilangan :

1. Bangsa Israel (  Bilangan 11, 13-14 ) Setiap saat Tuhan memberikan hadiah-hadiah kepada bangsa israel. Tentu saja tidaklah mudah menajalani hidup di padang gurun, tetapi Tuhan tetap setia. Lebih dari 600.000 orang, kecuali dua orang meragukan Tuhan. Mereka menyembah berhala, mereka mau menjadi tawanan, mereka sudah bersalah di hadapan Tuhan. Taktik yang mereka jalankan itu tidaklah berhasil untuk mereka.

2. Sepuluh orang mata-mata yang takut ( Bilangan 13-14 ) Para ini adalah para pemimpin suku. Mereka sudah menerima visi dari Tuhan. Tetapi mereka menjadi pengecut ketika mereka hendak meraih apa yang telah tuhan janjikan. Mereka menggunakan pengaruh mereka untuk menghancurkan iman bangsa israel.

3. Miryam dan Harum ( Bilangan 12 ) Saudara perempuan dan laki-laki musa sendiri memutuskan bahwa mereka menginginkan sepotong kekuasaan yang lebih besar. Tetapi sebaliknya, Miryam mendapatkan penyakit kusta yang tiba-tiba dan mereka berdua mendapat malu.

4. Nabi Bileam ( Bilangan 22-24 ) Bileam di bayar oleh Raja Balak ( dengan bangga di berikan juga penghargaan ini untuknya ) untuk mengutuk bangsa Israel . Tuhan memperingatkan dia melalui keledainya yang dapat berbicara. Tidak ada yang lebih buruk dari pada hal tersebut.

5. Korah ( Bilangan 16 ) Korah medapatkan dau teman baik dan 250 orang pengikut dan berkumpul untuk menentang Musa. Tahukah apa yang terjadi? Bumi menelan Korah.

Read more »

Selasa, 31 Desember 2013

Sukacita Atas Penyertaan


SUKACITA ATAS PENYERTAAN

Untuk semuanya itu kita patut mengatakan: “Ebenezer” sampai di sini Tuhan menolong kita. Inilah saatnya kita menundukkan kepala untuk mensyukuri semua kebaikan dan pertolongan Tuhan bagi kita baik kepada diri sendiri, keluarga, gereja bahkan Negara kita ini.
Inilah saatnya kita menengadah keatas di tahun yang baru, yang diberikan Tuhan kepada kita. Kita berdoa semoga Tuhan menyertai kita di dalam Tahun 2014. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di Tahun 2014 ini. Kita diibaratkan sebagai seorang wisatawan yang berkunjung ke suatu tempat yang sama sekali dia tidak tahu. Supaya kita mengetahui sejarah tempat itu maka kita memerlukan seorang gaet yang dapat memberikan penjelasan kepada kita. Demikianlah kita juga dalam memasuki tahun baru ini, tentu memerlukan seorang gaet yang akan menolong kita untuk menjalani tahun 2014 ini dan gaet itu tentulah Tuhan Allah, yang akan menolong dan menunjukkan jalan yang akan kita jalani.
            Dalam tahun bari ini, kita diberangkatkan oleh firman Tuhan dari Yesaya 61:10a-b “Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku”. Firman ini adalah merupakan respon umat terhadap keselamatan mereka. Yang dulunya mereka berada dalam pembuangan tetapi sekarang telah terbebas dari pembuangan itu. Itu sebabnya mereka bersorak-sorai atas tindakan Tuhan yang menyelamatkan itu. Nats ini jugalah yang disuarakan pada kita saat ini, menyatakan sukacita kita atas pertolongan dan penyertaan Tuhan yang telah memberi kebebasan dan keselamatan. Nats ini juga dipilih untuk menghantar kita umatnya, gerejanya. Tuhan Yesus kiranya memberkati gerejanya. Amin

Renungan:
Tuhan menyertai kita di dalam menjalani tahun baru ini.

Ayat Alkitab:
Yesaya 61: 10a-b

“Aku bersukaria di dalam Tuhan, jiwaku bersorak sorai di dalam Allahku, sebab ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran”.

Selamat Tahun Baru 2014, Tuhan memberkati..

Read more »

Senin, 30 Desember 2013

Kuatkanlah hatimu, janganla takut ! Allah sendiri datang menyelamatkan kamu ( Yesaya 35 : 1-10)

Bangsa Israel yang terancam oleh bangsa-bangsa disekitarnya terutama Asyur yang pada saat itu mau memperluas daerah kekuasaannya. Dalam situasi ketakutan ini bangsa Israel mengharapkan jalan keluar yaitu mengandalkan Mesir bukan Tuhan. Jesaya pasal 35:1-10 secara jelas menggambarkan situasi bangsa ini :

seperti gurun, padang kering, tangan yang lemah lesu, lutut yang goyah. digambarkan keadaan yang "tawar hati" patah semangat alias setengah pingsan. Dalam keadaan yang demikianlah Yesaya memberikan kabar sukacita tentang pengharapan akan datangnya penolong yaitu : Allahmu akan datang dengan pembalasan.. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu ! (Yesaya 35 :4 )

Dengan demikian bangsa Israel diberi pemahaman keselamatan dan kebahagiaannya tidak didapat dengan usaha sendiri atau pertolongan bangsa Mesir tetapi Allahlah yang menyelamatkan. Allah menyelamatkan menyatakan sesuatu perubahan nyata antara lain : Ada kesembuhan : Orang buta dicelikkan, orang bisu bersorak-sorai, orang lumpuh melompat seperti rusa. Demikian dengan Alam yang indah : Gersang menjadi berumput hijau, kering menjadi kolam-ada air, ditempat serigala berbaring (tempat ketakutan) tumbuh tebu dan pandan (jadi lahan pertanian). Orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke sion (ibukota Yerusalem) : Kegirangan dan sukacita memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh. Ini kabar sukacita tentang pembebasan dan keselamatan.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, dalam hidup ini memang banyak kesusahan yang terjadi. Kesusahan terjadi bisa dikarenakan :
1. Kemalasan - Kebodohan / keterbelakangan, lingkungan alam misalnya : tandus atau terjadi bencana alam, gempa, banjir, tsunami, gunung meletus, angin topan, dsb.
2. Keserakahan karena tidak mampu menahan keinginan atas nikmat duniawi misalnya melakukan korupsi supaya cepat kaya, sehingga menyebabkan dirinya ditangkap dan masuk penjara.
3. Dan ada juga karena rencana Tuhan untuk kebaikan, misalnya seperti nabi Yunus, Ayub karena iman kepada Tuhan Yesus  seperti Yohanes dipenjarakan karena memberitakan pekerjaan Yesus.

Dalam kesusahan setiap orang membutuhkan jalan keluar (solusi). Disinilah kita harus bersikap bijaksana, kemanakah kita pergi minta tolong ?. Yang pasti, Pertolongan hanya ada pada Yesus yang mampu menyelamatkan dan memberikan sukacita sesungguhnya. Mari andalkan Tuhan dalam pergumulan dan kesusahan bukan mengandalkan diri sendiri, teman, keluarga, harta dan pangkat.

Nah, disinilah kita harus tetap memercayai janji Allah bagi kita, sebab Dia sudah memilij kita dalam diri Yesus Kristus. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendiri, sebab Dia mengerti dan peduli akan keadaan kita. Kita harus tetap memiliki harapan bahwa Tuhan Yesus pasti menyelamatkan, mengubah dan membaharui dunia dimana kita saat ini berada, dan karenanya kita harus tetap setia melakukan firman Tuhan. Kita juga harus bisa menjadi agen perubahan dan pelaku pembaharuan bagi manusia, alam dan lingkungan dimana kita berada. Yang jelas, Dia akan datang untuk memberi kelegaan bagi kita seperti yang dikatakan-Nya : "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Matius 11:28). Amin.

Pdt.SAB.Silalahi, S.Th

Read more »