Jumat, 03 Januari 2014

Hendaklah Rajin Bekerja

HENDAKLAH RAJIN BEKERJA
Kitab Hagai berisi peringatan yang disampaikan secara umum kepada seluruh rakyat Israel yang kembali dari pembuangan. Selama bertahun tahun mereka kembali dari pembuangan dan sampai pada saat peringatan ini diberikan mereka ternyata tidak memperhatikan Bait Suci, Bait Suci tetap dalam bentuk reruntuhan akibat invasi Negara asing ke Israel. Rakyat Israel sibuk mengurus diri dan keluarga masing masing dan tidak ada semangat untuk membangun kembali Bait Allah yang rusak. Keadaan inilah yang membuat mereka satu bangsa berada dalam keadaan miskin, panen mereka gagal dan mereka mengalami penderitaan yang besar. Dalam keadaan demikian Allah melalui Nabi Hagai mengingatkan mereka akan kesalahan mereka, yaitu bahwa selama itu mereka telah mendahulukan kepentingan mereka dibanding mengutamakan Tuhan (Hagai 1:3-11).
Pada zaman Hagai, pembangunan Bait Suci lebih mengarah kepada Bait Suci secara fisik, namun saat ini, peringatan ini datang kepada kita agar kita lebih lagi memperhatikan bangunan Bait Suci secara Rohani. Secara fisik, bangunan kita sudah bagus, namun apakah bangunan rohani kita sudah berdiri dengan megah? Ataukah masih ada reruntuhan disana sini yang belu dibereskan? Allah menginginkan keindahan Bait Suci kita secara Rohani (Pribadi dan Pelayanan). Allah ingin kita lebih lagi bangkit dan bekerja untuk memperindah bangunan rohani kita sehingga Tuhan berkenan hadir dalam bangunan itu dan memberikan berkat-berkat-Nya.
Ketika kita mempunyai suatu rencana untuk melakukan sesuatu, tentu saja kita tidak bias mengerjakannya tanpa ada komitmen untuk melakukannya sesuai aturan yang ada. Tuhan berkata kepada bangsa Israel : kuatkanlah hatimu…. Dari kata kata ini terlihat satu ajakan Tuhan kepada Israel untuk memiliki ketetapan hati (komitmen) dalam membangun kembali Bait Suci. Tuhan menginginkan mereka memiliki semangat kembali.
Demikian pula dalam pelayanan kita. Agar kita bisa memiliki bangunan rohani yang megah, maka pertama-tama harus ada ketetapan hati/komitmen. Komitmen merupakan semacam ikatan yang akan menolong kita untuk terus berjalan dala rencana dan pekerjaan kita sesuai dengan aturan yang ada.
Renungan:
Renungan ini mengingatkan bahwa Tuhan kembali memberkati kita seperti Allah memberkati bangsa Israel sepulangnya dari pembuangan.

Ayat Alkitab
“Kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah Firman Tuhan; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah Firman Tuhan semesta alam”



Read more »

Kamis, 02 Januari 2014

Setialah dalam Pengharapan

SETIALAH DALAM PENGHARAPAN
            Kita bisa memiliki pegharapan kepada Allah di dalam penderitaan, karena ada dua alasan yang dipaparkan Rasul Paulus, yaitu; Pertama, Penganiayaan, fitnahan, kesengsaraan, dan segala bentuknya bukan wujud kebencian Allah atau kutukan Allah. Segala bentuk penderitaan justru membuktikan Allah itu mengasihi umat-Nya sehingga Ia ingin mendewasakan imannya. Jemaat mula mula adalah saksi matanya. Mereka sungguh sungguh beriman di dalam Kristus, sehingga karena pengharapan, mereka harus menderita menjadi santapan bagi singa yang lapar, dibakar hidup hidup. Bapa bapa gereja yang agung juga mengalami hal yang sama. Dr. Martin Luther, seorang reformator gereja juga mengalami penderitaan yaitu dibuang dari gereja karena dianggap membangkang, padahal ia ingin menegakkan iman Kristen sejati di atas dasar Alkitab, Bahkan kaum Puritan (Calvinis) harus mengungsi ke Negara lain karena mereka dikucilkan dan dibuang.
            Kedua,  selain kasih dan pemeliharaan Allah, kita dapat sanggup menghadapi berbagai penderitaan, karena ada penghiburan dan pimpinan Roh Kudus. Roh Kudus mebuat orang yang dipimpin-Nya sadar, taat, patuh kepada perintah Kristus. Di dalam Kis 16:9, Roh Kudus mencerahkan Paulus melalui sebuah mimpi agar ia memberitakan Injil kedaerah Makedonia. Tetapi uniknya, di daerah ini, tepatnya di kota Filipi, Lukas mencatat bahwa Paulus dan Silas difitnah dan dipenjarakan (Kis 16:19-34). Kalau kita melihat sekilas, maka kita mungkin bertanya mungkinkah Roh Kudus memimpin hamba-Nya mengalami penderitan?
            Tetapi disini, Alkitab sendiri memberitakan bahwa Roh Kudus memimpin hamba-Nya mengalami penderitaan. Lalu, apa tujuannya? Meskipun seolah kelihatan negative, tetapi Allah menunjukkan bahwa tujuannya adalah baik. Belajarlah untuk mengalami dan mengenali kehendak dan pimpinan-Nya melalui Roh Kudus. Lalu, percayalah bahwa pimpinan-Nya selalu baik bagi kita menurut kehendak-Nya meskipun seolah-olah pimpinan Roh Kudus selalu kelihatan Negatif. Nats ini mengajarkan, bahwa pengharapan kita atas dasar Yesus Kristus tidak akan pernah mengecewakan dan sekarang ini kita punya Roh Kudus yang tinggal bersama kita. Tugas kita adalah supaya kita tidak lepas dari pengharapan itu dan berpaling waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru guru menurut kehendakNya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng!

Renungan:
Janganlah kita terlalu cepat megambil kesimpulan yang mematahkan pengharapan ketika menghadapi pencobaan karena Allah tidak akan menaruh pencobaan melebihi kemampuan kita.

Ayat Alkitab
Roma 5:5

“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita”

Read more »

Rabu, 01 Januari 2014

Penghargaan Untuk Orang Bodoh

Bilangan adalah sebuah kitab mengenai kegagalan, kebodohan, tindakan yang tidak teratur, ketidakadilan, pilihan yang salah dan mengulang kesalahan yang sama.
Berikut ini adalah lima pemenang karena pilihan bodoh yang di catat di dalam kitab bilangan :

1. Bangsa Israel (  Bilangan 11, 13-14 ) Setiap saat Tuhan memberikan hadiah-hadiah kepada bangsa israel. Tentu saja tidaklah mudah menajalani hidup di padang gurun, tetapi Tuhan tetap setia. Lebih dari 600.000 orang, kecuali dua orang meragukan Tuhan. Mereka menyembah berhala, mereka mau menjadi tawanan, mereka sudah bersalah di hadapan Tuhan. Taktik yang mereka jalankan itu tidaklah berhasil untuk mereka.

2. Sepuluh orang mata-mata yang takut ( Bilangan 13-14 ) Para ini adalah para pemimpin suku. Mereka sudah menerima visi dari Tuhan. Tetapi mereka menjadi pengecut ketika mereka hendak meraih apa yang telah tuhan janjikan. Mereka menggunakan pengaruh mereka untuk menghancurkan iman bangsa israel.

3. Miryam dan Harum ( Bilangan 12 ) Saudara perempuan dan laki-laki musa sendiri memutuskan bahwa mereka menginginkan sepotong kekuasaan yang lebih besar. Tetapi sebaliknya, Miryam mendapatkan penyakit kusta yang tiba-tiba dan mereka berdua mendapat malu.

4. Nabi Bileam ( Bilangan 22-24 ) Bileam di bayar oleh Raja Balak ( dengan bangga di berikan juga penghargaan ini untuknya ) untuk mengutuk bangsa Israel . Tuhan memperingatkan dia melalui keledainya yang dapat berbicara. Tidak ada yang lebih buruk dari pada hal tersebut.

5. Korah ( Bilangan 16 ) Korah medapatkan dau teman baik dan 250 orang pengikut dan berkumpul untuk menentang Musa. Tahukah apa yang terjadi? Bumi menelan Korah.

Read more »